Senin, 20 Mei 2013

Dari ibnu Kholdun ke al-Faroby Pulang Pergi


Persoalan memilih dan dipilih sebenarnya sih nggak sesulit menghafal al-Qur’an, tapi juga nggak semudahngghosob sandal di masjid pas jum’atan. Semuanya tergantung berat badan. Heuheuheu gak nyambung ya?

Menghafal al-Qur’an itu sulit en berat loh dulurr … apalagi bagi mahasiswa yang kuliah di UIN Malang ini dan kebetulan tempat tinggalnya di Mahad. Sungguh penuh dengan lika-liku belokan, tanjakan dan turunan.

Coba bayangkan …

Mahasiswa yang tinggal dimabna al-Faroby lantai tiga misalnya, untuk menuju kantor HTQ buat setoran, mesti melalui proses yang panjang dan berliku. Mulai turun dari kamarnya di lantai tiga terus jalan luruuus tapi nggak mulus lho, karena sesampainya digerbang Mahad, lah kok ada portal yang menghadang, kalo pun dia berhasil lolos dari portal itu, ternyata masih banyak jalan bercabang yang mengharuskan dia untuk memilih jalan mana yang harus dilewati. Mulai dari Bundaran Mastar, lek dia memilih jalur yang kekiri pasti akan berjumpa dengan pertigaan depan gedung Micro Teaching dan dilanjutkan dengan perempatan antara gedung Perpus, gedung Fakultas Saintek dan Fakultas Psikologi. Wuiihhh … sungguh petualangan yang mengasyikkan.

Tapi dulur … ini sih sakjane cobaan yang nggak begitu berat. Justru yang lebih berat adalah pas udah nyampek di kantor HTQ nya. Mengingat kantor itu terletak di lokasi yang strategis dan mendebarkan, yaitu ditengah-tengah peraduan para bidadari lhooo … lek dawuhnya mbah-mbah kita, cobaan mana lagi yang lebih berat bagi penghafal al-Qur’an selain pemandangan indah para bidadari beserta properti-propertinya?

Heuheuheu …

Aah … tapi maca’ ciiiihhh wanita sebegitu menakutkannya, kok sampai disebut-sebut sebagai cobaan dalam menghafal al-Qur’an? Pernah njagong dengan sufi penyair Jalaluddin ar-Rumi nggak? Dia pernah bilang bahwa Woman is a Ray of God, ini kalo diartikan dengan metode ngawur kan jadi gini: wanita adalah wajah Tuhan di dunia. Tulisan ‘Ray’ bacanya kan ‘rai’ dalam bahasa jawa, kalo di Indonesiakan artinya wajah.Mudeng nggak? Heuheuheu

Nah … kalo udah gitu, maka motivasi yang gimana lagi agar hidup ini menjadi lebih hidup kalo bukan karena wanita?? Gajah Mada menjadi sesangar itu ya karena dibelakangnya ada Dewi Gayatri, pak SBY juga kelihatan tegas karena memang dibelakangnya ada Sang Motivator yaitu bu Ani, bukan Mario Teguh lhooo … heuheuheu

Makanya itu saran saya buat dulur-dulur Qur’aner nggak usah lah terlalu takut pada wanita, apalagi dalam kehidupan berorganisasi. Niki Cuma saran nggehh … nggak direken juga nggak apa-apa.

Ah … terlepas dari itu semua, para penghafal al-Qur’an di UIN ini memang sangat menjiwai kutipan kalimat dari soundtracknya serial Kera Sakti, ingatkan? Yang ini loh: walau halangan rintangan membentang, tak jadi masalah dan tak jadi beban pikiran. Ini yang aku kagumi dari beliau Gus-Gus dan Ning-Ning HTQ.

Kok kayaknya ngglambyar yaa tulisanku ini? Yuuk kembali ke persoalan memilih dan dipilih.

Masih ingatkan beberapa hari yang lalu di HTQ ada pelaksanaan momen tersakral versi on the spot yaitu SYATA. Kok kayaknya dari awal acara sampai terakhir pemilu ada yang sedikit nggak beres dan kurang sesuai dengan aturan hukum yang ada di HTQ ya? Itu gimana menurut sampeyan semua, dosa apa nggak? Heuheuheu … Tapi dosa kan urusannya Tuhan, yang penting kita positif thingking saja mungkin panitianya udah sadar kalo dijaman sekarang ini aturan mana sih yang lebih benar dan terjamin kalo bukan dari al-Qur’an dan as-Sunnah? Lek cuma AD ART aja nggak usah terlalu patuh juga nggak apa-apa, yang penting patuhnya cuma ke aturan al-Qur’an, misalnya setiap acara diawali dengan Basmalah dan diakhiri denganHamdalah, insya Allah masuk surga. Heuheuheu ..

O iya … yuk ngrasani ketua HTQ kita yang baru. Gus Faiz ketua baru kita ini kalo dimahad tinggal dimabna apa ya? Ibnu Kholdun kalo nggak salah nggeh ... ini persis dengan ketua HTQ dua, tiga tahun yang lalu, yaitu Gus Alif dan Gus Manzil juga waktu menjabat tinggalnya dimabna ibnu Kholdun kayaknya. Kalo Gus Adiib tinggalnya nggak di ibnu Kholdun tapi di mabna al-Faroby.

Yuk kita analisis pake teori otak-atik gathuk, ibnu Kholdun itu kan letaknya di depan mabna Faroby, kalo dibalik, mabna Faroby letaknya dibelakang ibnu Kholdun. Tapi ini bukan berarti eranya Gus Adiib mengalami kemunduran loh gara-gara yang sebelumnya HTQ dipimpin Gus Alif yang tinggal di ibnu Kholdun berganti ke Gus Adiib yang tinggal di Faroby. Mungkin Gus Adiib lagi menerapkan salah satu dari teori kepemimpinan ala Ki Hajar Dewantara yaitu Tut Wuri Handayani. Penjelasannya bisa sampeyan cari dibuku-buku IPS kelas 4-5 SD.

Lah pemimpin yang sekarang ini, Gus Faiz kan tinggalnya di ibnu Kholdun, ini juga jangan kesusu-susudiartikan era Gus Faiz mengalami kemajuan, dari Faroby ke ibnu Kholdun. Jangan dulu … lah wong masih kemarin baru terpilih. Tragedi dari ibnu Kholdun ke Faroby dan kembali ke ibnu Kholdun lagi ini, mungkin masyarakat HTQ sudah mengerti dan berusaha menerapkan tujuan hidup yang sebenarnya, yaitu hidup untuk kembali kepada Tuhan yang membuat kita hidup. Ini menurut teori otak-atik gathuk dan itu kan cuma persoalan tempat tinggal, jadi nggak usah terlalu dipersoalkan. Heuheuheu … terlepas dari teori itu, yang pasti kita harus optimis setiap pemimpin mempunyai niat baik untuk kemaslahatan dan kebaikan yang dipimpin. Remember!!!

Ngomong-ngomong soal kembali, kok kayaknya ditulisan ini banyak kata-kata ‘kembali’ yaa. Padahal aku nulisnya pake uang pas, harusnya kan nggak butuh banyak ‘kembalian’. Heuheheu … nggak nyambung lagi yaa?

Ya udaahh nggak apa-apa … pembaca yang dirahmati Allah nggak usah ikut bingung. O iya … Denger-denger besok senin udah mulai UAS ya? Yuuk … kita kembali nyinaoni buku catatan kita, siapa tau besok ada yang keluar waktu UAS, kan lumayan kalo dapat nilai A+
Heuheuheu …

16 Desember 2012
Kanjeng Sunan Ulil
anggota yang kadang aktif kadang nggak di HTQ

Hujan Bledek di Negeri CSS MoNyet


Sambil mesam-mesem, bahkan tidak sedikit yang ngguyunya sampek mangap-mangap, puluhan rakyat Negeri CSS MoNyet itu melampiaskan rasa gembiranya sehabis acara Sujud Syukur berjama’ah di halaman Istana.
Negeri itu dinamakan CSS MoNyet ya karena memang rakyatnya monyet semua. Miriiiip sekali dengan komunitas kera di Goa Kiskenda yang dipimpin Prabu Sugriwa seperti dalam jagad pewayangan. Sedangkan pendapat yang lain mengatakan disebut CSS MoNyet karena rajanya, yaitu Ahmad Sugriwa atau kalo disingkat menjadi asugriwa, atau panggilan akrabnya Prabu Asu. Beliau sangat nge-fans sekali sama teorinya Darwin bahwa manusia berasal dari Monyet. jadi meskipun sebenarnya sih kalo dilihat wujudnya nggak monyet-monyet banget, tapi beliau tetap yakin dan PeDe bahwa dia beserta rakyatnya adalah keturunan monyet.
Ah…sudahlah!!!kok jadi mbulet sampek teorinya Darwin barang seh…
Tapi sssttttt……jangan rame-rame ya sidang pembaca yang dirahmati oleh Allah. Tau nggak sampean sebab apa rakyat di Negeri CSS MoNyet itu kok ujug-ujug mengadakan Sujud Syukur berjama’ah??
Jarene jare sih, beberapa pekan yang lalu, seluruh rakyat Negeri CSS MoNyet habis ketiban duren alias dapat rejeki sak bajeg dari Kahyangan. Maka dari itu, Sang Prabu Asu yang sedikit spiritualis langsung punya inisiatif untuk mengadakan ritual itu. Yaaa itung-itung mejeng titik lah nang Seng Kuoso.
Kocap kacarito…..
Didalam rumahnya. Kapi Endrayanu (kera berbulu hijau), Kapi Hanggeni (kera berbulu mirip api) dan Anila (kera berbulu ungu) mengadakan sidang tertutup guna menge-list barang-barang yang diinginkannya, dan langsung dipimpin oleh Anggodo (kera berbulu merah) yang tidak lain keponakan Prabu Asu sendiri.
“wah!! fulus segini ini mau eke belanjakan apa aja yach ciiiin??pucing juga nich”. Anila mengawali rundingan.
“hmm,,lek aku seh wes ono ancang-ancang, kate mlayu nangdi duwit iki. Pertama tak gawe tuku sepeda, lumayan gawe tambahan properti komedi bedhes (topeng monyet) ku. Kaping pindhone tak titipno nang ebes gawe ngrumat-ngrumat sawah ta opo ngono. Lah seng kaping telu wong kang sholeh kumpu….”
“heh!!cangkemmu kok ngglambyar sampek Tombo Ati iku loh!!yang serius dooonkkk ah!!”. Kata Anggodo menyahuti ocehan Kapi Endrayanu.
“ iyo iyo cak,,,swantae mawon po’o. aku iki guyon, ben gak cepet tuwek ngono lohh”. Balas Kapi Endrayanu
“iyowes, ojok dibaleni maneh!! aku iki keponakane Raja, gak sungkan ta karo aku? Lek sampean gimanatretan Kapi Hanggeni?”
“kalo sayya cak, pesseh ini mau sayya buat bisnis cak, yaitu bisnis Jasa Pemanggangan”. Jawab Kapi Hanggeni dengan logat semi-semi Madura
“loh!!maksudnya appah sampiyan?” Tanya Anggodo yang ketularan logat Madura
“ginni cak Anggodo. Sayya ini kan punya bakat terpendam, yaitu bulu sayya ini kan bisa jadi appi kalo sayya pas marah. Lah daripada api itu nganggur mending sayya manfaatkan untuk fasilitas memasak tan-tretansayya dirumah cak. Minyak tanah mahal, pake Tabung Gas malah ndrawasi, lak mending pake bulu sayya. Asyik to,, enak to,,”
“hmmm….oke-oke. Bagus semuanya. Pesan saya kepada dulur-dulur semuanya. Bolehlah kita memanfaatkan rejeki ini sesuai keinginan kita masing-masing. Tapi ingat!! Perjalanan masih panjang, jadi tolonglah dihemat dikit-dikit agar nantinya kita tidak sumpek nyari utangan gara-gara persediaan fulus sudah habis.okee!!!”
“oyi oyi cak Anggodo!!!”. Jawab Endrayanu, Hanggeni dan Anila bersama-sama.
***
Dalam Ruang Sidang Istana
“bagaimana rencana kegiatan negeri kita di bulan-bulan mendatang saudara?” Tanya Prabu ASugriwa kepada saudaranya Resi Subali yang menjabat sebagai ketua MUC (Majelis Ulama CSS MoNyet).
“kalau menurut pangkal kaya saya, saya melihat dalam waktu dekat ini ada perayaan Hari Raya Kurban. Gimana kalo kita adakan kegiatan BBC (Berkurban Bersama CSS MoNyet). yaa itung-itung kita caper lah kepada Tuhan, dengan gitu kan Negeri kita Insya Allah semakin Gemah Ripah Loh Jinawi
“sek,,sek,,maksud sampean pangkal kaya itu apa ya??aku kok ndak mudeng?”
“weleh-weleh. Maksud saya itu ‘hemat’ saudara. Kan ada to peribahasa Hemat Pangkal Kaya, kalo dibalik, Pangkalnya kaya kan Hemat, geetoooo Cak Asuuuuu. Sudah mudeng?gitu aja kok ndak tau, ndak mboizz ah”
“oalah,,sampean iku ono-ono wae. Kembali ke laptop saudara. Terkait berkurban tadi, sebenarnya kegiatan itu bagus saudara. Biasanya kan di Negerinya Manusia kalo ada acara gitu yang dibuat kurban kan hewan to? Sapi atau kambing. Lah kalo kita berkurban pake apa saudara? Kita ini kan Bedhes, masa’ mau nyembelih sapi atau kambing? Lak jeruk minum jeruk jadinya?gimana ini”
“waduh…iyo yo,,aku kok ndak mikir sampek situ. Wes gini aja, kasih saya waktu dua sampek tiga hari untuk memikirkan ini saudara”
“ealah,,,nggelethek sampean, tak kiro ae wes pinter, lah kok pancet ae. Yaudah nggak masalah, saya tunggu hasilnya tiga hari kedepan”
“Saya mau lapor paman Prabu”. Sahut Anggodo anak Resi Subali yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan Republik CSS MoNyet.
“baik silahkan nakmas Anggodo”
“terima kasih paman Prabu. Setelah kemarin saya bersama rombongan kementrian Pendidikan mengadakan sidak ke beberapa daerah, ternyata lumayan banyak rakyat negeri kita ini yang punya bakat menulis tapi kurang di apresiasi oleh pemerintah paman Prabu. Maka dari itu saya bersama para staf punya inisiatif untuk mengadakan pelatihan paman Prabu. Saya namai dengan PeJu (Pelatihan Jurnalistik). Bagaimana komentar panjenengan?”
“oke. Bagus. Tapi namanya mbok ya jangan PeJu gitu. Ntar kalo terdengar sama Pembina kita Batara Pengalaman / Batara Guru kan nggak enak juga”
“yaaaaahhhhh….kecewa dech. Tapi ndak papa paman Prabu, akan saya ralat nanti. Tapi sebentar paman Prabu, tadi kok kayaknya panjenengan nyinggung-nyinggung Pembina kita Batara Pengalaman. Gimana kabarnya beliau?kok udah lama sekali nggak kelihatan bulu jenggotnya?”
“husshhhh!!!!cangkem loe dijogo cuuuk. Udah mending beliau jarang nongol, Alhamdulillah gitu loh!! Lah wong kalo beliau sering nongol aja kamu juga sumpek gitu loh! Kok dungaren arep-arep beliau”
“ya ndak begitu paman Prabu. Kita keluarga besar Negeri CSS MoNyet ini kan juga punya rasa kangen to sama beliau. Lebih-lebih sama bulu jenggot beliau yang bikin kita harus bilang WOW gitu.heuheu”
“WOOWWWW.........hahahahahaha”. Secara spontan ketiga bedhes yang lagi rundingan itu tertawa terbahak-bahak
Kratak kratak kratak kratak……..jeddduuuuaaaaaaarrrrrr!!!!!
Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya membasahi bumi CSS MoNyet dengan dihiasi jeritan-jeritan halilintar. Mungkin ini ungkapan kemarahan Batara Pengalaman kepada anak-anak bina’annya yang barusan ngrasani bulu jenggotnya.

Kanjeng Sunan Ulil

Jumat, 08 Juni 2012

Batara Guru (bukan Anoman lho yaaa) Kobongan Jenggot!!!!


“Tulooong,,tulooooonggg,,,jenggotku kobongan!!!”
Sambil teriak-teriak and mencolot-mencolot Batara Guru membuat heboh penduduk Kahyangan gara-gara bangun tidur lha kok moro-moro jenggote kebakaran.
“waduuh,,waduuooh,,blaen iki, mimpi opoo aku semalem??”
Dewi Uma yang mulat-mulet gara-gara terganggu teriakan Batara Guru nyauti bicara.
“ono opo tho kang mas,,,enak-enak turu kok bengak-bengok?”
“ini lho nyi mas,,jenggotku kok moro-moro terbakar iki opo sebab e? opo gara-gara uang yang diberikan Batara Kala kemarin yang sebenarnya untuk cicilan motor itu saya buat dulu untuk nyewa hotel satu malem buat acara orientasi anak-anak dari Amarta yang dapat Voucher rekreasi ke KNS (Kahyangan Night Spektakuler) atas prestasinya yaitu hafal kitab Bhagawadgita 30 Juz itu saya male dadi kuwalat. Kalo Batara Kala tau jenggotku habis kan jadi turun tho martabatku. Bisa-bisa kedudukanku sebagai pemimpin para dewa menjadi terancam. ”
Dewi Uma yang mangkel karena ke-usrek-an suaminya jadi tambah mangkel.
“wes tho kang mas,,perkoro iku dipikir sesuk wae lah,,saiki wayahe turu!!!”

***

Kocap Kacarito....
Batara Guru yang malemnya sumpek gara-gara jenggot kobong, eh lha kok paginya malah semakin sumpek ketika membaca pesan BBM dari Batara Kala.
“Boy,,,ada kabar buruk nih, hotel yang aku tawarkan untuk tempat tinggal penduduk Amarta ternyata ada gangguan Boy, kayaknya sih nggak jadi disitu, tapi kemaren aku dapat info dari Resi Durna kalo beliau mau menerima murid di padepokannya deket perempatan Tong Merjosari, tapi ini juga belom pasti. Oiya boy,,ada kabar yang lebih buruk juga ini, denger-denger komplotan Pandawa dan Panakawannya dengan memakai jurus “Silat Lidah”nya Sengkuni mereka berhasil mencairkan dana dari bendaharamu untuk pembebasan tanah yang beberapa bulan lalu udah diproses ama Bagong. Yaah,,,yang sabar aje ya Boy, kita akan tetap bersama-sama berusaha demi kesuksesan kita kok. Bye.”
Membaca pesan itu jenggot Batara Guru lha kok menyala lagi, sampai kulitnya sedikit ‘mlentes’ kena luka bakar. Harusnya sih Batara Guru bersyukur, tanpa membeli siletpun jenggotnya sudah bersih dan rapi. Tapi kayaknya untuk kali ini lain lagi ceritanya.

***

Jam’iyah Panakawan yang sedari tadi melihat reaksi Batara Guru ketika membaca pesan BBM dari Batara Kala lewat Kaca Benggala yang pinjam sementara ke Mak Lampir tertawa terkekeh kekeh.
“heuheuheuheu,,kang Gareng, kayaknya rencana kita sedikit berhasil kang.”
“iyooo,,tapi ojok seneng disek,,lha wong yang berhasil masih sedikit, kita harus tetep waspada lho Gong.”
Petruk pun nyauti bicara.
“he’em Gong,,bener jare Kang Gareng, ojok kesusu bungah. Mendingan berita ini kita sampaikan aja ke Prabu Yudhistira. Biar beliau nggak terlalu sumpek dengan masalah ini.

***

Kocap Kacarito....
Setelah mendengar laporan dari Gareng, Prabu Yudhistira yang didampingi oleh istrinya yaitu Permaisuri Drupadi yang akhir-akhir ini bobot badannya sedikit bertambah mulai rodok mesem-mesem.
“Alhamdulillah,,,jan cuerdass poll njenengan kakang-kakang Panakawan. Kulo matur nuwun sak-bajeg-bajeg e.”
“weleh,,weleh,,pun biasa mawon kang Prabu, niki pun tugas kita untuk mengabdi kepada keluarga Pandawa seperti pesennya Romo Semar dulu. Untuk masalah ini selanjutnya biar kami Panakawan mawon ingkang ngurus, Kang Prabu konsentrasi mawon sama proker-proker kerajaan.
Si Kembar Nakula Sadewa pun langsung nyauti.
“oyi kakak Prabu, kakak konsentrasi aje ame proker kerajaan. Oiye,, jangan lupa, besok malem kerajaan ada undangan ke Surabaya lho,,monggo dipersiapkan kebutuhan-kebutuhannya.”
“peehh,,,iyo yo,,sampek lali aku lek ono undangan nang Suroboyo” Prabu Yudhistira nyauti sambil kukur-kukur kakinya yang di ‘keloni’ oleh nyamuk.

***

 “Proyeek baru,,,proyek baru,,Bung Guru ada proyek baru nich, gue habis liat di internet bahwasanya di Kahyangan akan kedatangan penduduk baru sekitar 30 orang, dan kita ame Batara Narada disuruh ngrumat mereka selama di Kahyangan. Trus, biaya untuk operasionalnya akan dikirim lewat rekening oleh Batara Narada minggu-minggu ini. Ssstttt....tapi jangan rame-rame dulu ya, pokoknya nanti sebelum dikasihkan ke mereka, kita entit dulu lah dikit-dikit, per orang 20% kan lumayan kalo dikalikan 30, lumayaaan,,bisa buat ngredit Xenia atau Avanza. Oyiiiiirrrr...!!!!Bye”

Membaca pesan BBM dari Batara kala, kali ini jenggotnya Batara Guru yang sudah hilang jadi muncul kembali sedikit demi sedikit.

Kanjeng Sunan Ulil