Ketika orang yang diberi kewenangan muring
- muring dan memerintah mengeluarkan statemen A (padahal sebenarnya itu
proyek B), maka orang yang merasa punya Daya Protes dan Daya Kritis yang
tinggi pun memberontak dengan mengeluarkan statemen C (padahal dia punya
rencana lain yaitu D). akhirnya, orang-orang disekitarnya pun
mendatanginya, mungkin mendukung atau hanya pura-pura mendukung kepadanya.
Rombongan pertama yang datang adalah orang-orang yang selalu bertanya, mulai
dari jenis pertanyaan yang perlu ditanyakan sampai pertanyaan yang nggak perlu,
semuanya ditanyakan. Bahkan persoalan E yang jelas-jelas sudah ketemu
tujuannya yaitu F, itu juga masih ditanyakan, kalo G gimana? kalo
H gimana? kalo I gimana? (padahal sebenarnya tujuannya hanya untuk
me-morat maret-kan aturan yang sudah rapi yang terbentuk dalam
undang-undang J K L M N di orat aret menjadi O P Q R S. kacau….
Pas di tengah kekacauan itu mucullah sosok yang selalu memberi
masukan, meskipun masukan yang keluar dari mulutnya kadang-kadang juga nggak
terlalu di masukkan oleh orang-orang yang mendengarnya. Tapi, karena beliau sangking
istiqomahnya untuk selalu memberi masukan, keluarlah nyanyian-nyanyian
kedamaian yang keluar dari mulutnya. “mungkin, masalah ini bisa kita atasi
dengan cara T atau yang lebih mudah dengan jalan U, ini Cuma
masukan saja.(sssstttt….jangan bilang siapa-siapa, kalau sampeyan tau, dia
punya siasat buruk, bahkan lebih buruk dari statemen A diatas. Yaitu
merubah V yang sudah enak-enak ‘gigi’nya satu lha kok malah
ditambah satu ‘gigi’ lagi dan dinamai W). orang-orang yang mendengar
awalnya sedikit tercerahkan, eh,,lha kok setelah tau apa yang ada di
dalam kurung, akhirnya,,,kacau lagi….buyar menjadi dimesi X dan Y.
Kacau ketemu kacau,,,si Gak Pati
Ngreken yang sedang menikmati secangkir kopi dan sebatang rokok yang sudah
sedikit mlengkung, tiba-tiba nyeletuk “wes lah reek,,lek mulai A
sampek Y sek tetep ae ruwet lan sek podo gak ono sing jujur,,solusi
terakhir yo Z titik!!”
Akhirnya,,orang-orang pun kaget dan
sedikit mikir mendengar omongan si Gak Pati Ngreken tadi, apa solusi Z
tadi bener-bener tenanan, atau cuma akal-akalan saja seperti omongan
sebelum-sebelumnya???tapi, kalo dipikir lagi, solusi Z mungkin juga ada
benarnya dan kayaknya harus dipaksa benar, melihat bahwa setelah Z nggak
ada huruf abjad lagi untuk ngapusi…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar